Indahnya Ilmu, Jika Kamu Tahu

Kesabaran Dalam Menuntut Ilmu




Ilmu, kata yang sudah tidak asing di telinga kita ‘kan? 

Ah gue udah paham banget masalah ilmu. Udah di luar kepala” atau “Ilmu? Cetek. Ga perlu dijelasin lagi”

Ada beberapa orang diantara kita yang mengatakan demikian. Merasa sudah paham. Mungkin hanya itu yang mereka tau tentang ilmu. Padahal banyak sekali hal yang mungkin belum pernah kita dengar sama sekali mengenai ilmu. Lantas mau sombong?

Ilmu itu sangat luas cakupannya. Kali ini, saya akan berbagi mengenai Kesabaran Dalam Menuntut Ilmu.

Dalam menjalankan prosesnya, memang tidak mudah. Akan ada banyak sekali rintangan, tantangan, serta hambatan yang akan kita hadapi nantinya. Baik itu yang datangnya dari diri kita sendiri (spt kemalasan), maupun yang datangnya dari orang lain.

Imam Syafi’i dalam syair nya mengatakan:

إِصْبِرْ عَلَى مُرِّ الْجَفَا مِنْ مُعَلِّمٍ
Sabarlah kamu dalam menghadapi pahitnya sikap dari guru
فَإِنَّ رُسُوْبَ الْعِلْمِ فِي نَفَرَاتِهِ
Sebab gagalnya orang mendapatkan ilmu karena dia lari meninggalkannya (tidak sabar)
وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً
Barang siapa yang tidak mau mencicipi pahitnya ilmu sesaat saja
تَذَرَّعَ  ذُلَّ الْجَهْلِ طُوْلَ حَيَاتِهِ
Dia akan menanggung kehinaan karena menanggung kebodohannya itu sepanjang hayatnya
وَمَنْ فَاتَهُ التَّعْلِيْمُ وَقْتَ شَبَابِهِ
Barang siapa yang kehilangan moment belajar (semangat) ketika masa mudanya
فَكَبِّر عَلَيْهِ أَرْبَعًا لِوَفَاتِهِ
Maka takbirkan dirinya empat kali disaat kematiannya
وَذَاتُ الْفَتَى وَاللهِ بِالْعِلْمِ وَالتُّقَى
Hidupnya pemuda (akan bernilai), Demi Allah hanya dengan ilmu dan taqwa
إِذَا لَمْ يَكُوْنَا لاَ اِعْتِبَارَ لِذَاتِهِ
Kalau tidak ada keduanya (Ilmu dan Taqwa) maka tidak memiliki nilai sama sekali dalam kehidupannya

Jika kita perhatikan syair di atas, ada banyak pelajaran yang bisa kita petik. Sabar menghadapi sikap guru yang berbeda-beda, tidak meninggalkannya begitu saja; tapi mengikuti serta menikmati prosesnya, selalu bersemangat untuk memperoleh ilmu, dan menjadikan ilmu sebagai washilah menuju ketaqwaan kepada Allah.

Lagi-lagi saya katakan bahwa semua itu berproses. Memang beginilah hidup, akan ada banyak rintangan dan tantangan. Termasuk di dalamnya menuntut ilmu. Belajarlah dari pohon Bambu. 5 tahun pertama, ia tidak memberikan pertumbuhan yang berarti, hanya beberapa centimeter saja. Tapi setelah 5 tahun, ukurannya sudah bukan centimeter, melainkan meter. Ini berarti bahwa ketika kita belajar lantas merasa tidak memiliki kemampuan dalam bidang tersebut dan sulit memahami, maka bersabarlah walaupun waktunya lama. Karena InsyaaAllah jika Allah sudah Ridho, Allah akan melapangkan pikiran kita sehingga bisa memahami ilmu tersebut. Kemudian saat bambu sudah besar, jika ia diterpa angin kencang, ia akan menunduk. Tetapi setelah angin berlalu, ia akan tegak kembali. Jadilah seperti bambu, ketika kita mendapatkan tantangan dan rintangan saat belajar, tetaplah di tempat dan jangan pernah menyerah.


-“Bersabarlah, maka engkau akan menuai hasilnya kelak”-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

قد كفاني

Jadikan Allah Prioritasmu